Monday, July 18, 2011

Akhir Kania

Aku melangkahkan kedua kakiku dengan berat di sebuah trotoar. Aku tak tau akan kemana. Tak ada tujuan. Sejak pagi tadi fikiranku dipenuhi oleh beribu-ribu masalah yang belakangan ini menimpaku. Aku heran, untuk apa kedua orang tuaku memasukan ku di sebuah universitas swasta terbaik dan termahal se-Jakarta? Toh dengan begitu otakku tak akan berubah menjadi pintar. Buktinya IP ku semester ini jeblok! Bahkan nyaris semua mata kuliah tidak lulus. Aku lelah. Orang tuaku selalu menuntut macam-macam. Sedangkan aku hanya menuntut kasih sayang pada mereka, mereka tidak bisa memberikannya. Mereka selalu saja sibuk, malah hampir tidak pernah pulang ke rumah. Tapi biar sajalah. Kalau mereka pulang pun malah membuat kepalaku mau pecah. Mereka selalu meributkan hal yang itu-itu saja. Selalu saling menyalahkan. Terkadang aku berfikir kalau Tuhan itu tidak adil. Mengapa aku dilahirkan di sebuah keluarga yang berantakan seperti ini? Bahkan aku tidak punya seorang saudara pun untuk berbagi penderitaan ini. Sedangkan teman-temanku dilahirkan di sebuah keluarga yang harmonis. Aku iri. Aku iri melihat orang yang lebih bahagia dariku!

Tin..tin..! Sebuah klakson mobil membuyarkan lamunanku. Tanpa sadar aku sudah berada di tengah jalan.

"Woy, minggir! Lo mau mati?" teriak seorang supir angkot.

"Oh, i-iya. Maaf. Saya yang ceroboh. Nggak liat-liat mau nyebrang."

"Makanya lain kali, liat-liat dong!!" bentak supir angkot itu seraya menjalankan angkotnya.

Aku meneruskan langkahku. Akhirnya sekitar 30 menit kemudian, langkahku terhenti di sebuah coffee shop yang terletak tidak jauh dari komplek rumahku. Aku suka sekali tempat ini. Suasananya nyaman, tenang, dan tidak terlalu banyak pengunjung yang datang. Selain itu pelayannya pun ramah-ramah. Aku sering kesana untuk menenangkan diri dari semua masalah hidupku. Supaya lebih tenang, aku memesan secangkir chamomile tea. Aku meminum tehku perlahan-lahan. Tiba-tiba saja aku melihat sepasang kekasih berjalan dengan mesra sambil bergandengan tangan hendak masuk ke dalam coffee shop juga. Hatiku sakit melihat mereka. Karena lelaki yang menggandeng mesra kekasihnya itu adalah Darel. Pacarku! Dan perempuan yang sedang bersamanya..... Ya Tuhan, itu Avira! Avira adalah seniorku di kampus. Sudah sejak lama aku tahu bahwa Avira memang menyukai Darel dan seringkali Avira berusaha untuk merebut Darel dariku. Hanya saja kali ini aku sangat heran kenapa Darel bisa bersama Avira karena yang aku tahu Darel sama sekali tidak pernah menanggapi Avira, bahkan Darel selalu mengingatkanku untuk tidak cemburu pada Avira karena sampai kapanpun dia hanya akan memilihku dibandingkan Avira. Dengan jelas kulihat Avira menatap Darel dengan penuh cinta dan Darel membalas tatapan matanya dengan makna yang sama. Tanpa pikir panjang aku beranjak dari tempat dudukku dan langsung menghampiri Darel dan Avira. Tanganku reflek tanpa perintah langsung menghantamkan tamparan yang cukup keras ke pipi Darel. Hari ini hatiku terlalu kacau sehingga aku tidak bisa mengkontrol diriku sendiri. Darel yang tiba-tiba ku tampar pun menunjukkan ekspresi kaget, marah, juga malu, begitu pula Avira pun menunjukan ekspresi yang sama. Akan tetapi tidak ada perlawanan sama sekali dari Darel maupun Avira. Mereka hanya diam dan terus menatapku. Untung saja hari ini coffee shop ini lebih sepi dari biasanya. Sebelumnya hanya ada aku, dua orang pelayan, dan tiga orang pengunjung lainnya yang secara terang-terangan sedang memperhatikan kami sambil berbisik, dan kini ditambah dengan Darel juga Avira yang terus mengenggam erat lengan Darel. Dalam hati aku ingin sekali melepaskan tangan Avira dari lengan Darel. Lengan itu milikku! Hanya aku yang boleh menggenggamnya seerat itu. Tapi aku merasa tidak bisa lebih lama lagi melihat mereka. Air mataku hampir menetes dan aku sama sekali tidak ingin menangis, setidaknya tidak di depan mereka berdua. Dengan cepat aku mengambil tasku kemudian pergi meninggalkan coffee shop tersebut dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, seperti biasa, yang kulihat hanyalah ruangan-ruangan kosong dan dingin. Tidak pernah sekalipun aku pulang ke rumah di sambut dengan hangat oleh kedua orangtuaku. Aku langsung masuk ke kamar, membanting pintu dengan keras, dan menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur dan membiarkan air mataku mengalir deras hingga akhirnya aku pun tertidur dengan lelap.

***

PRANG!! Aku terbangun dari tidurku ketika ku mendengar suara pecahan piring, guci, serta barang-barang lainnya. Aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan melihat apa yang terjadi. Seperti biasa, kedua orangtuaku ribut. Kali ini masalahnya karena Papa ketauan selingkuh oleh Mama. Makin lama pertengkaran mereka makin hebat. Aku sudah tidak kuat mendengar teriakan-teriakan mereka dan suara barang-barang yang pecah. Kepalaku mau pecah! Akhirnya aku turun ke lantai bawah untuk menghentikan pertengkaran mereka.

"STOP!!!" aku berteriak di depan mereka. Karena kaget mendengar teriakanku, mereka pun berhenti ribut.

"Kania, lagi apa kamu di sini? Bukannya tadi kamu sudah tidur, sayang?" ujar Mama.

"Gimana Kania bisa tidur kalo dari tadi Papa sama Mama kerjaannya ribut terus? Kalo kalian nggak bisa akur, udah cerai aja sekalian! Beres kan?"

PLAK! Tamparan Papa mendarat di pipiku.

"Kania! Jaga mulut kamu!."

"Emang bener kan, Pa?"

"Kania!!" Papa membentakku.

"Pa, Ma, Kania tuh capek. Kania pusing denger Papa sama Mama berantem terus. Pa, Ma, kania tuh pengen sekali-sekali Papa sama Mama perhatiin Kania."

"Sayang, kurang perhatian gimana sih, Mama sama kamu?"

"Ma, Mama sadar nggak sih? Mama tuh jarang pulang ke rumah. Sekalinya pulang cuma buat berantem sama Papa. Mana pernah sih Mama tanya soal kuliah Kania? Mana pernah Papa sama Mama ada, waktu kania lagi butuh? Papa sama Mama nggak tau kan kalo Kania lagi sakit? Nggak tau kan kalo IP Kania selalu dibawah 3 dan banyak banget mata kuliah yang nggak lulus karena Kania terlalu stres dan banyak pikiran untuk fokus sama kuliah? Nggak tau, kan? Yang Papa sama Mama tau tuh, Kania seneng, Kania bahagia karena uang yang Papa sama Mama kasih! Iya kan?!"

"Kania! Anak nggak tau diuntung kamu! Pergi kamu dari sini. Pergi!" bentak Papa. Tanpa kata-kata aku pun langsung pergi meninggalkan Papa dan Mamaku.

***

Aku menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi sambil menangis. Tanpa sadar aku kini sudah berada di luar Jakarta dan tidak tahu di mana tepatnya. Hanya jalanan sepi dan hutan-hutan kecil yang berada di kana-kiri ku. Aku pusing. Kepalaku rasanya mau pecah. Aku tidak kuat menghadapi semua ini. Mengapa aku harus dilahirkan dengan masalah sebanyak ini? Sudah tak ada lagi orang yang perduli dan sayang padaku. Bahkan Darel, orang yang kufikir menyayangiku, malah mengkhianatiku.

Tiin..tiin.. Ah, lagi-lagi suara klakson angkot membuyarkan semua lamunanku. Tunggu, tapi itu bukan suara klakson angkot, melainkan sebuah truk! Aku mencoba menghentikan mobilku. Tapi sial! Aku lupa kalau rem mobilku sedang bermasalah dan kini... rem mobilku sama sekali tidak berfungsi! Truk itu semakin mendekat dan aku tidak bisa mengendalikan mobilku…

***

Hujan rintik-rintik mengguyur kota Jakarta sejak tadi pagi. Namun hal itu tidak membuat orang-orang urung untuk berkumpul di sebuah pemakaman di bilangan Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Mereka semua berkumpul untuk menyaksikan seorang gadis di bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya. Di pemakaman itu jelas sekali terlihat seorang laki-laki setengah baya menenangkan istrinya yang sedang menangis tersedu-sedu sambil memeluk sebuah nisan yang bertuliskan,

Rest In Peace

Kania Adrian

binti

Anggoro Adrian

Lahir : 20 April 1988

Wafat : 15 Juni 2007


-TAMAT-


Written by Riyanti Rizki Sarastika

Jakarta, 2008

Wednesday, June 22, 2011

Wise words

Akhir-akhir ini hidupku tidak berjalan dengan baik. Ya, memang yang namanya kehidupan itu pasti nggak ada yang lancar-lancar aja. Pasti ada cobaan-cobaan yang di dalamnya yang diberikan oleh Tuhan untuk menguji kesabaran kita. Saat aku benar-benar merasa down dan nggak tahan dengan semua yang terjadi dihidupku, seorang teman dekatku memberikan semacam wise words yang membuatku mendapatkan sedikit kekuatan dan semangat untuk bertahan dan berjuang melewati setiap cobaan-cobaan yang Tuhan berikan. Wise words yang cukup membuatku sadar dan tersentuh,

Ketika kerjamu tak dihargai,
saat itu kau sedang belajar ketulusan.
ketika usahamu dinilai tak penting,
saat itu kau sedang belajar keikhlasan.
Ketika hatimu terluka sangat dalam,
saat itu kau sedang belajar memaafkan.
Ketika kau merasa sepi dan sendiri,
saat itu kau sedang belajar ketangguhan.

Saturday, June 4, 2011

Welcome June

Nggak kerasa sudah memasuki bulan Juni. Waktu berjalan begitu cepat. Banyak banget hal-hal yang terjadi selama bulan Januari-Mei. Ada cerita yang menyenangkan, ngebetein, bahkan sedih. Thanks God, sudah memberikan banyak sekali berkah serta keikhlasan dan kekuatan hati padaku sehingga aku bisa melewati lima bulan terakhir ini dengan senyuman. Terimakasih juga kepada semua orang di sekitarku yang sudah memberikanku banyak sekali pelajaran mengenai kehidupan selama lima bulan terakhir ini :) semoga di bulan ini aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi. And Please be nice to me, June :)

Monday, May 30, 2011

:)

apa kabarmu disana?
sudah lama ku tak melihat senyummu
tak mendengar tawamu
banyak sekali yang ingin ku katakan kepadamu
tentang isi hatiku, tentang perasaanku
tentangmu yang selalu mengisi hari-hariku
apakah kamu merindukanku?
karena aku sangat, sangat merindukanmu!

Thursday, May 26, 2011

Thursday, May 26, 2011

Semakin jauh ku melangkah, semakin jelas ku temukan banyaknya titik hitam dalam lembaran putih kehidupanku. Semakin jelas pula terlihat bahwa titik-titik hitam itu yang selama ini telah menorehkan luka mendalam di hatiku. Tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata perasaanku saat ini. Terlalu cepat semua ini menghantamku. Bertubi-tubi, tanpa mau tahu dengan luka hatiku yang masih basah dan berdarah.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku tidak asing dengan wajah-wajah yang berada di balik titik-titik hitam itu? Di mana sebenarnya kini aku berada? Aku tidak mau lagi melangkah terlalu jauh jika hanya kenyataan pahit yang akan aku temukan dan rasa sakit yang akan aku terima. Bisakah aku berhenti di sini dan bersikap seolah-olah aku tidak tahu apa-apa?

Setiap kali aku tertawa dan tersenyum, seringkali aku berfikir, apakah ini diriku yang sebenarnya? Karena yang aku tau aku hanyalah seorang gadis bodoh dan rapuh yang tidak pernah bisa melakukan hal yang berguna bagi oranglain. Setiap malam sebelum aku memejamkan mataku dan akhirnya terlelap, sering pula aku berfikir, apakah aku berada di tempat yang tepat? Karena aku hanya seekor itik buruk rupa yang berada di antara puluhan angsa cantik nan anggun. Aku sadar aku tak akan pernah bisa menjadi seperti mereka.

Tapi aku tidak pernah menyesali semuanya. Aku tau ini adalah prosesku untuk menjadi "seseorang". Entah "seseorang" macam apa. Aku yakin Tuhan punya banyak sekali rencana indah untukku di balik semua ini. Aku selalu percaya. Karena di balik badai, akan muncul pelangi yang sangat indah :)

Monday, May 23, 2011

Mencintaimu

pertama kali ku melihatmu, aku tidak pernah tau jika kamu akan menjadi seseorang yang sangat berarti di hidupku. ada suatu ketertarikan yang membuatku tak pernah bisa berhenti menatap matamu. ada keindahan yang tidak pernah bisa ku terjemahkan ke dalam bahasa apapun. semua hal yang ada di dirimu membuatku tertarik dan ingin masuk lebih dalam lagi ke dalam hidupmu. meskipun aku tau aku akan tersesat. tapi aku tidak peduli !

aku tidak pernah lupa senyummu, tawamu, dan suaramu yang selalu menghiasi hariku. aku juga tidak pernah lupa beribu-ribu ekspresi wajahmu yang bisa membuatku tersenyum, tertawa, marah, dan menangis. bahkan aroma tubuhmu yang selalu ku ingat seolah-olah kamu berada tepat di sampingku. tidak ada satupun tentangmu yang bisa ku lupa. semuanya terekam jelas di otakku. semua itu berarti, melupakanmu adalah hal yang mustahil. yang tidak akan pernah bisa ku lakukan. Oleh karena itu aku mencintaimu...

mencintaimu bukanlah hal yang mudah. banyak sekali rintangan serta jalan-jalan berbatu yang harus ku lewati. mencintaimu dibutuhkan hati yang terbuat dari baja. karena seringkali kamu bisa melukainya atau bahkan menghancurkannya tanpa perasaan. mencintaimu... hanya itu yang bisa ku lakukan seumur hidupku. meskipun terlalu banyak luka, tapi mencintaimu merupakan hal terindah yang pernah kulakukan. Dan mencintaimu bagaikan memiliki sekuntum mawar indah yang tidak akan pernah bisa ku sentuh karena durinya hanya akan menyakitiku..

Saturday, May 21, 2011

You

I don't need a guy who always give me a lot of gift and surprise. I don't need him to text me every minute or call me every night. I don't need a guy who always kiss me everyday. I don't need a guy who always say that he love me every time. I just want a guy who always makes me laugh everyday. I want him to always there beside me and ready to give me a big hug when I'm crying. I want a guy who always look at my eyes when he talk to me. I want a guy who can be my best friend. I want a guy who would love me endlessly and just the way I am.
And all I want is you...